Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan – Pahlawan adalah orang yang memiliki keberanian kuat serta mengorbankan dirinya demi yang dicintainya baik keluarganya, agama, bangsa dan negaranya. Pahlawan merupakan gelar tertinggi yang dinisbatkan sebagai  pejuang, dengan memberikan semua jasa-jasanya serta merelakan demi menegakkan kebenaran. Berbagai macam yang disebut pahlawan.

Pahlawan nasional yang memperjuangkan bangsa negara, pahlawan agama yakni tokoh yang berjuang demi kebenarana agama serta pahlwan tanpa tanda jasa yang berarti guru. Guru mengajarkan ilmunya, mendidik dan memperbaiki moral serta mencerdaskan anak-anak bangsa demi kemajuan bangsa.

Baca Juga : Puisi Jenuh

Para pahlawan tidak pernah lelah dan tidak ada kata menyerah demi misi kebenarannya tercapai, walaupun dirinya harus terkorbankan. Tekat dan keberaniannya dapat mendorong semangat untuk berijtihad membela agama, bangsa dan negaranya. Mereka begitu ulet dalam pendiriannya.

Dengan perjuanganya kita bisa terbebas dari penderitaan. Perlu kita syukurai, dan tentunya sangat kita hormati. Begitu besar pengorbanan para pahlawan. Jadikan sebagai pelajaran dan penyemangat sebagai anak bangsa yang membanggakan, menjadi anak yang berguna bagi sesamanya, menjaga keamanan keluarga serta masyarakat pada umumnya. Nah berikut ini puisi pahlawan yang bisa kamu simak :

Puisi Pahlawan Berjudul Pahlawanku

Derasnya keringat yang keluar dari porimu
Aliran darah dari seluruh nadimu
Detak yang terus melaju dalam jantungmu
Serta langkah cepat kedepan keinginanmu
Memajukan bangsa serta raih cita-cita

Semangat perjuanganmu sungguh luar biasa
Tekad bulat membela negara
Tak pedulikan masa, tak pedulikan pula nyawa
Demi raih sang pusaka

Merah putih kini berkibar melambai
Berkat perjuanganmu wahai pahlawanku
Pahlawan bangsa, pahlawan negeri tercinta
Engkau kan selalu ada dihati kami
Jasamu akan selalu kami kenang
Doa kan selalu tercurah padamu

Namun, …..
Masa kini tak lagi seperti harapmu
Yang dahulu engkau perjuangkan kini telah dilupakan
Yang engkau bela kini telah lena

Perjuangan yang engkau bela dengan rela gugur
Kini para pemimpin tidak lagi bersyukur
Banyak menyepelekan serta mempraktikkan sikap takabur
Kami rakyat kecil tidak tau apa yang kami lakukan

Perjuangan yang sungguh besar
Kini kembali tinggal harapan
Tangisan rakyat tak mampu tertahan
Korupsi sudah menjadi tradisi yang terang

Wahai Pahlawan Bangsaku
Aku yakin engkau melihat dan lebih tau
Bagaimanakah kini mengembalikan Indonesiaku
Bersih dari segala kerusuhan negeriku

Walaupun engkau tau akan keadaan ini
Janan menyesali pengorbananmu
Jangan kau ganti senyummu dengan tangis
Jangan kau ganti tawamu dengan terus bersedih

Doakan semoga bangsa ini selalu sadar
Dapat memperbaiki dan mengembalikan
Kejayaan kemerdekaan Indonesia

Hari Pahlawan

Pagi hari yang indah ketika matahari mulai terbit
Mentari tersenyum menampakkan wajahnya
Menyambut hari yang mulia
Peringatan hari pahlawan pembela bangsa

Pahlawan korbankan nyawa demi negeri tercinta
Korbankan tenaga dan waktu demi Indonesia merdeka
Teteskan keringat demi raih cita-cita bangsa
Jerih payah ia lalui demi kehormatan bersama

Tak cuma harta bendamu engkau relakan
Segala yang engkau punya telah kau berikan
Demi rakyat dan kemenangan
Semoga kebaikanmu dibalas dengan banyak ganjaran

Kini engkau pergi meninggalkan kami
Tinggal nama dan kenangan yang tertinggal
Mengenangmu sungguh luar biasa
Walau hanya selembar gambar yang tertempel di dinding
Namun namanu akan selalu terkenang di dalam hati sanubari

Walaupun jasadmu tiada terlihat lagi
Namun jasa perjuanganmu tak pernah mati
Kami hanya mampu berusaha membela negeri
Menjadi pahlawan yang tiada kenal henti

Pelipur Lara

Ketika engkau gugur demi membela bangsa
Dengan jasadmu yang penuh aliran darah
Kini kami hanya mampu mengenang dan berdoa
Dengan penuh linangan air mata

Siapakah kini yang menjadi pahlawan sejati
Pembela bangsa dan negeri tercinta ini
Siapakah kini pelipur lara
Ketika rakyat didekati sengsara

Kau telah hancur di medan juang
Ketika rakyat takut dan berlarian
Rakyat kecil sungguh memiliki nasib yang malang
Memiliki sejengkal tanah yang usang

Menahan lapar yang tak kunjung hilang
Perut berteriak mengharap makanan
Air mata mengalir dengan berharap dan berdoa pada Tuhan
Semoga penderitaan ini cepat berubah

Demi Negeri

Anda mengorbankan waktu Anda
Demi bangsa
Anda sudah mempertaruhkan hidup Anda
Kematian berdiri di depanku

Kamu bilang itu hiburan
Terlihat seperti wajahmu
Tidak sedikit ketakutan
Semangat itu membakar jiwa Anda

Taklukkan mereka penghalang negara
Hari-harimu berwarna
Pembunuhan, pembantaian
Dihiasi dengan bunga api

Mengalir sungai darah di sekitar Anda
Bahkan, tak jarang pegas darah
Itu berasal dari tubuh Anda
Tapi tidak bisa

Hancurkan jurang dari semangat juangmu
Bambu runcing yang setia menemani Anda
Telapak kaki telanjang
Kain dengan seribu wewangian

Basah pada tubuh kering
Sekarang mengantarkan Indonesia
Ke istana kemerdekaan

Terimakasih Pahlawan

Saya berterima kasih kepada kalian yang ada di sana
Yang meninggal karena keberanian
Yang pasti mati
Yang mati karena benar

Terima kasih
Untuk tubuh yang kini menjadi abu
Karena kamu adalah kebebasan kami
Karena kalian berwarna merah putih di atas langit elang
Menjulang menjadi bukti darah dan hidup telah dipertaruhkan.

Terima kasih
Untuk keberanianmu
Keberanian yang tumbuh di dasar hati
Meraba-raba perebutan darah
Tidak takut kamu berkelahi
Bahkan matipun menginginkanmu

Terima kasih
Untuk setiap doa
Doa yang setiap hitam terbang ke langit
Doa doa terus menerus
Bagi kami, datang ke Indonesia.

Terima kasih
Tanah yang kita injak
Air yang kami minum
Itu adalah darah dan kehidupan
Itu dulu terbang

Terima kasih
Sekali lagi terimakasih
Untuk Anda yang sekarang di surga
Tersenyum melihat garuda terbang tinggi.

Jiwa Jiwa yang Gugur

Jiwa jiwa yang jatuh
Mayat tubuh yang tersebar di bumi Indonesia
Darah menjadi jeritan biru gelap
Ketakutan bersatu dengan hati

Jiwa jiwa yang jatuh
Sekarang mereka suci di hutan
Jadilah tamu Tuhan
Mereka tersenyum di sana
Senyum untuk Indonesia yang semakin meningkat dan menderita.

Jiwa jiwa yang jatuh
Apakah kamu tidak tahu jumlah roh yang terpisah dari tubuh?
Ratusan dan bahkan ribuan jiwa menjadi almarhum

Jiwa jiwa yang jatuh
Mereka mati untuk satu nama
Mereka berkorban untuk satu nama
Mereka menangis untuk satu nama
Indonesia …. Indonesia!

Pupus Raga Hilang Nyawa

Pahlawan pahlawan bangsa
Berkibar di sakair saka
Berkobar dalam puisi Indonesia
Untuk mencapai cita-cita kemerdekaan

Telusuri anak-anak bangsa
Bersatu dalam semangat
Bergema di nusantara
Untuk mencapai prestasi dan bekerja

Merdeka…
Sebuah kata penuh makna
Berkuasa di para pejuang bangsa
Bermandikan darah dan air mata

Merdeka…
Perjuangan tidak egois untuk republik yang dicintai
Lonjakan di khatulistiwa
Memberi kemuliaan bagi bangsa sepanjang masa

Merdeka…
Harta berharga tak ternilai harganya
Menjadi pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di Era Dunia

Puisi Pahlawan Berjudul Kabut

Untuk mengenang pergolakan yang bergejolak
Berawan…
Apakah hujan keras
Membanjiri rasa haus akan kemerdekaan
Dia yang ada di sana menunggu keputusan Sakral

Serbu…
Merdeka atau mati Allahu Akbar
Tahta Anda terdengar lebih dalam ke jiwa
Dalam invasi bambu runcing menyatu

Anda terus Memanggil Tulisan Suci
Anda berteriak semangat juang demi tanah
Anda sangat meringankan belati
Untuk ibu pertiwi

Sekarang kamu lihat …
Merah hitam tanah asli Anda
Pertumpahan darah para penyerbu yang ganas

Gemelutmu tidak sepadan
Bayangan itu selalu ada di hatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia Abadi

Untuk Negeriku

Tulang hancur
Seluruh tubuh berdarah
Berenang dengan keringat yang menghangatkan hati

Saya bersedia untuk tanah air saya
Sangsaka berwarna merah terang
Putih nan suci
Melambai ditiup angin

Air mata mengalir turun saat berdoa
Untuk pahlawan negara
Pasir berdebu
Hanya cinta yang bersyukur bagi para pahlawan alam semesta

Hanya jasamu yang bisa dilihat
Hanya jasamu yang dapat saya ingat
Tubuhmu hancur hilang di suatu tempat

Demi darahmu…
Demi tulangmu…
Saya berdiri untuk negara saya
Ini Indonesiaku

Bambu Runcing

Kenapa kamu membawaku
Moncong bayonet dan bayonet terhunus
Dan saya hanya ingin bebas
Dan biarkan Nyiur menderita
Hancur di tepi langit

Karena kamu memaksaku
Bertahan hidup atau mati
Dengan mengirimkan ratusan Bom
Apa yang Anda meniup di kepala saya
Saya harus membela diri

Pesawat militermu jatuh
Di tusuk bambu runcingku
Roh kebangsawanan Anda runtuh
Kandas di Batu-batu cadas
Kota Surabaya memang panas

Itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan Puisi Pahlawan, semoga apa yang kami tulis diatas bisa bermanfaat untuk kamu semua. Terimakasih.