Puisi Pahlawan Tak Dikenal

Puisi Pahlawan Tak Dikenal
Puisi Pahlawan Tak Dikenal

Puisi Pahlawan Tak Dikenal – Ada banyak Pahlawan tak di kenal, yang di makamkan. Bahkan makam mereka bukan hanya berada di pemakanan Nasional, bersanding dengan para Pahlawan yang di kenal. Tetapi hampir seluruh tanah Nusantara ada makam dari Pahlawan tak di kenal. Mereka mendapat panggilan begitu, karena tidak ada yang tahu dari mana mereka berasal? Siapa nama mereka? Dan apa agama mereka? Yang kita tahu hanya jika mereka rela mengorbankan nyawa demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan usia mereka juga banyak yang masih muda, tapi demi kemerdekaan mereka rela maju berperang, melawan penjajah. Demi satu kata MERDEKA. Pahlawan tak di kenal, memberi inspirasi bagi para Seniman dan penyair. Mereka membuat lagu dan puisi untuk menghormati dan mengenang perjuangan mereka membela tanah air ini. Salah satu penyair tanah air yang terkenal dengan puisinya adalah Toro Sudarto Bachtiar, yang berjudul Pahlawan Tak Di Kenal merupakan puisi yang bertemakan tentang Pahlawan yang tak di kenal.

Baca Juga : Puisi Pahlawan

Selain puisi dari Toro Sudarto Bachtiar, ada juga puisi yang bertemakan Pahlawan dari penyair Chairil Anwar. Judul puisinya adalah Maju dan Karawang – Bekasi. Namun ada juga gosip yang menyatakan jika puisi milik penyair Toro Sudarto Bacthiar yang berjudul Pahlawan Tak Di Kenal adalah milik penyair Chairil Anwar. Marilah kita sebagai Generasi Bangsa, melanjutkan perjuangan para Pahlawan, baik yang mendapat tanda jasa maupun yang tak di kenal dengan menjaga kesatuan Republik Indonesia. Dan mengharumkan nama baik Bangsa Indonesia.

Karena tanpa jasa para Pahlawan, kita tidak akan bisa merasakan kebebasan seperti sekarang. Marilah menghormati para Pahlawan kita, dengan mendatangi makam, dan menaburkan bunga, serta mendoakan mereka. Untuk mengenang jasa para Pahlawan, setiap tanggal 10 November ditetapkan sebagai hari Pahlawan, dan hari libur Nasional. Mari bersama terus berkarya demi meneruskan cita-cita dan harapan para Pahlawan, baik pahlawan yang mendapat tanda jasa maupun Pahlawan yang tak di kenal. Nah berikut puisi pahlawan tak dikenal yang bisa kalian simak :

Puisi Pahlawan Tak Dikenal #1

Dia mengajar kami dengan sabar
Tiada henti dia menerangkan
Pelajaran yang bermanfaat
Bagi masa depan kami

Dia memberi kami kepandaian
Dia memberi kami pemikiran kreatif
Dia mengisi jiwa kami dengan inspirasi
Siapakah pahlawan tak dikenal itu?

Walau gajinya kecil
Dia mengajar kami dengan tekun
Tak segan-segan menegur kami
Di waktu kami menentang dia

Dia sungguh berjasa
Bagi nusa dan bangsa
Membimbing kami sepenuh hati
Menjadi penerus bangsa Indonesia

Seandaikan dia tiada
Bangsa Indonesia tak akan maju
Dan terus menerus
Dijajah mata biru seperti dulu

Puisi Pahlawan Tak Dikenal #2

Kini ia terbaring
Bukan tidur,
Karena peluru yang menembus
Senyumnya membeku
Dalam medan perang

Kini ia lupa
Senapan ia peluk
Kini ia lupa untuk siapa
Dan ia terbaring
Bukan tidur

Sunyi pada wajahnya mulai tampak
Menangkap senja pada sepi
Dunia membeku di tengah derunya peluru
Suara suara peluru menyerbu
Mati muda

Di tanggal 10 November
Dengan iringan hujan
Kami ingin melihatmu kembali
Keluargamu juga
Ingin kurangkai bunga
Hanya wajah-wajah yang tak dikenal

Kini kau sudah terbaring
Bukan tidur,
Karena peluru yang menembus dadamu
Senyum bekumu
Kau masih sangat muda

Puisi Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda.

Menarik dibaca : Puisi Panji Ramdana

Untukmu Pahlawanku

Demi negeri ini
Nyawamu melayang
Demi bangsa ini
Waktumu tersita
Ini bukan gurauan

Aku melihat wajahmu
Tak ada rasa takut sama sekali
Hanya bara api yang terlintas
Untuk menaklukan mereka
Untuk menghadang mereka
Yang merenggut tanah ini

Hari harimu dihiasi pembunuhan dan pembantaian
Sadis!
Dengan bunga bunga api
Bukan bunga bunga indah
Darah menjadi sungai

Menyatu bersama tanah pertiwi
Tak ada air mata
Hanya air merah
Dari tubuhmu yang bercampur keringat
Semangatmu semakin bertambah
Meski dihujani seribu peluru

Temanmu adalah bambu runcing
Kakimu tanpa alas
Pakaian dengan sejuta wewangian
Sangit
Basah menjadi kering
Mengantarkan pertiwi
Menuju kemerdekaan

Hasil Pencarian:

chairil bachtiar