Puisi Pagi

Puisi Pagi
Puisi Pagi

Puisi Pagi – Jika kita melihat arti kata pagi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI dan Tesaurus Indonesia, maka kata pagi memiliki makna bagian awal dari hari, waktu setelah Matahari terbit hingga menjelang siang hari, dan awal atau cepat. Sedangkan kata turunan pagi, adalah kepagian yang memiliki arti terlalu pagi, atau lebih pagi. Salah satu contoh kalimat kepagian adalah sebagai berikut: “Aku berangkat kepagian ke Sekolah, karena jam wekerku rusak. Kupikir sudah terlambat, tapi ternyata Pak Komar satpam sekolah justru belum datang. Alhasil aku harus menunggu di depan gerbang seperti seorang Gelandangan.”

Selain kata kepagian, kata turunan lainnya adalah sepagian yang memiliki arti sepanjang pagi. Contoh kalimat sepagian adalah sebagai berikut: “Sepagian ini aku hanya terbaring di atas kasur, ini salah ku sendiri, sudah jelas kemarin hujan lebat malah nekat pulang ke rumah, tanpa payung atau jas hujan pula. Dan sekarang aku harus merasakan akibat kebodohanku dengan demam tinggi.” Kata turunan terakhir adalah pagi-pagi, yang memiliki arti pagi sekali atau sebelum Matahari terbit, dini hari dan masih awal.

Baca Juga : Puisi Olahraga

Contoh kalimat pagi-pagi adalah: “Pagi-pagi, suamiku sudah bersiap berjualan kue Pukis ke pasar. Padahal baru jam tiga pagi, tapi berhubung motor kami rusak dengan terpaksa suamiku menunggu Supir angkot langganàn yang dulu biasa menjemput ke rumah.” Kata pagi, juga memiliki kata gabungan, yaitu: pagi hari yang memiliki arti waktu pagi, kata gabungan pagi buta artinya pagi-pagi benar sebelum Matahari terbit. Dan kata gabungan pagi hitam memiliki arti seperti pagi buta. Namun kata gabungan pagi hitam jarang digunakan.

Selain kata turunan dan kata gabungan, kata pagi juga memiliki makna kiasan. Yaitu: sebentar pagi, sebentar malam. Makna kiasannya adalah sebutan untuk orang yang mudah berubah pendiriannya. Makna umumnya, pagi hari biasanya memang menjadi ciri rutinitas mahluk hidup menjalankan aktivitas dengan memulai berbagai macam kegiatan. Baik untuk mencari sesuap nasi, maupun mengejar cita-cita. Nah berikut ini puisi pagi yang bisa kalian simak :

Puisi Pagi #1

Tulusmu tebarkan embun
Sejukmu bangunkan geLora
Saat Langit masih bertabur bintang
Sinar rembuLan samar nan tamaran

Menuntun Langkah – Langkah ceria
Sejenak suara – suara penyeruMu berkumandang indah
Namun
Mengapa jiwa enggan untuk bangkit
Mengapa gundah bersemayam di dada

Mengapa raga tak mampu mengheLa
Sedang ‘sesuatu’ itu begitu dekat
Tak bersekat
Tak ada tabir pemisah
Tak seorangpun tahu hadirnya

Seiring mentari mulai mengintip
SeLimut kesejukan perlahan memudar
Hangatnya menerobos bilik – bilik keheningan
Dari hati
Ku panjatkan sesuatu kepadaNYA

Ya Rabbi….
Karuniakan umur barokah
Semangat hidup dan kemudahan
Mantab batin dan Lahir di jaLanMu

Menjemput rezeki
Menggapai mimpi
Untuk jiwa ini, keLuarga dan sahabat
Hingga tergapai keberkahan
Hari ini dan hari – hari mendatang

Puisi Pagi #2

Pagi,
adakah semburat merah jingga
yang selalu kau pamerkan
selalu berarti harapan?

Ataukah,
kau jadikan pesona
yang menghipnotis manusia
sehingga mabuk dalam angan?

Aku tak pernah benar-benar mengenalmu
seperti burung dan matahari.
Maka ajari aku
akan semangat dan harap
yang kau toreh di merah jingga mu.

Supaya aku bisa menggantung nya
seperti mereka.
Untuk kuraih nanti dikala mulai senja.
Kau lebih menjadi misteri
yang tertutup kabut, meski tipis.

Dibanding malam yang selama ini kucumbu.
Maka ajari aku mengenalmu.
Ajari aku tentang merah jingga mu.
Kabut tipis mu.
Agar aku bisa mencumbu mu nanti.
Seperti burung dan matahari.

Puisi Matahari Pagi

wahai matahari pagi
terangilah aku dengan cahayamu
aku yang terjerumus
ke dalam gelapnya cinta
yang membuatku sulit untuk melangkah

wahai matahari pagi
sinarilah aku
sebagaimana engkau menyinari dunia
bebaskan aku dari kehampaan hati ini
jauhkanlah aku dari cinta yang menggelapkan hati
dan membutakan mataku ini

wahai matahari pagi
kirimkanlah bidadari yang dapat menyinari
dan menentramkan hatiku yang gelisah ini

wahai matahari pagi
janganlah engkau meninggalkanku dalam kehampaan….

Bandung, di pagi hari yg membosankan

Puisi Pagi Untuk Perempuanku

Burung-burung di pagi hari sangat ceria menyambut pagi; seperti halnya diriku yang sangat ceria menyambut dirimu dalam hidupku, perempuanku.
Pagi ini, seglintiran puisi-puisi tentangmu telah kutuliskan dan kau baca dengan lantang. Sungguh kau imajinasi berbentuk pusi.

Kini udara pagi menyambutku pagi sekali dan perempuanku yang mencium pipiku berulang-ulang.
Kamu, adalah alarm yang membangunkan tiap pagi.
Senyummu bagai buliran embun di pagi hari; terasa mendinginkan semesta.
Aku titip rindu pada matahari pagi. Agar rinduku nampak terang di kegelapan hati kecilmu.

Cinta bagai bulir-bulir embun di pagi hari. Walau cepat hilang namun tak pernah menyerah untuk datang setiap hari.
Seputih embun pagi, secerah langit pagi. Cintaku padamu bukan sekadar janji.
Terima kasih semesta; kau telah menghadirkan perempuan di dermaga hatiku yang kerap menjagaku dalam kalbu.

Puisi Pagi dan Sebuah Harapan

Fajar tertepis hangatnya sinar mentari,
Walau ku masih ingin memeluk kedamaian pagi,
Menenangkan jiwa yang kian rapuh,
Terkikis kesepian hati yang berlarut-larut.

Hari yang berlalu adalah hampa,
Kosong, ibarat tersesat di hamparan padang ilalang,
Tanpa arah, mengalir menggapai nafsu,
Menepiskan akal, tenggelam dalam dunia fatamorgana.

Ku berharap hari ini benar-benar ada,
Tak hanya diam, terinjak takdir kehidupan,
Tak hanya bersandar alasan, berpaling dari kenyataan,
Karena ku ingin melukis pelangi di sepanjang hidupku.

Itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan puisi pagi, semoga dengan ini kita bisa beraktivitas dengan penuh semangat, jika ada yang ingin disampaikan silahkan tuliskan pada kolom komentar dibawah ini ya.