Puisi Maulid Nabi

Puisi Maulid Nabi
Puisi Maulid Nabi

Puisi Maulid Nabi – Maulid Nabi, adalah sebuah perayaan yang di lakukan oleh seluruh umat Islam di dunia untuk merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Pada tanggal 12 Rabiul Awal 576 M, Baginda Nabi Muhammad SAW lahir. Beliau di lahirka dari pasangam Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah Radliya Allahu ’anhuma. Merayakan Maulid Nabi Muhammad, adalah sebaik-baiknya bid’ah. Karena kita merayakannya dengan mengingat dan mengagungkan Nabi Muhammad. Di Indonesia, Maulid Nabi Muhammad sudah jarang di lakukan, kebanyak generasi sekarang memilih acuh tak acuh dengan tradisi lama. Dan beranggapan jika hal tersebut tidak bermanfaat.

Biasanya hari Maulid Nabi, akan di lakukan di Masjid-masjid atau Surau, dengan memasak makanan lalu di makan bersama di sana. Tentunya sebelum acara makan, di isi dengan bersholawat dan mendengar ceramah tentang Nabi Muhammad. Nabi Muhammad, adalah teladan yang patut kita ikuti, karena Beliau satu-satunya manusia yang memiliki semua sifat baik. Perayaan Maulid Nabi Muhammad, di setiap Negara berbeda-beda. Di Negara kita juga, dalam setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda, ada yang merayakan dengan sederhana yaitu dengan berpuasa dan bersholawat sepanjang hari.

Baca Juga : Puisi Matahari

Ada juga yang merayakan Maulid Nabi dengan berziarah ke makam-makam keramat, dan memandikan benda-benda pusaka seperti keris, tombak dan batu permata yang di dalamnya telah di isi oleh ghodam. Menyiapkan beberapa minuman seperti teh, kopi dan air putih, pelbagai enis bunga seperti bunga mawar, melati, kenanga, kantil dan cempaka. Nasi kuning atau tumbeng dan ayam kampung.

Ada juga yang merayakan dengan mengadakan acara atau lomba-lomba Islami, memutar film-film religius, dan juga membaca zikir. Dan mengadakan festival-festival seperti turun ke jalan dengan membawa obor sambil bershalawat. Tua dan muda berkumpul lalu menjelang magrib Masjid akan ramai dikunjungi. Berbeda pendapat dalam merayakan Maulid Nabi boleh saja, dan bagi yang ingin ikut merayakannya ada baiknya ikuti selama acara yang diselenggarakan memberi manfaat baik, dan tidak membuat dosa. Nah berikut ini kumpulan puisi maulid nabi yang bisa kalian simak :

Puisi Maulid Nabi +1

Kini Telah tiba Momen bulan cahaya…
Dimana waktu dilahirkannya Engkau ke Dunia…
Membawa terangnya agama…
Demi menyempurnakan nyala alam semesta…

Engkau penerang zaman di Saat gulita menyelimuti bumi…
Engkau penerang zaman Saat huru-hara merajai hari…
Engkau penerang zaman Saat kedzaliman menyebar ke seluruh penjuru negeri…
Wahai Sang Pembawa Rahmat !

Namamu Adalah Muhammad !
Suri Tauladanmu Melembutkan tanpa mengkasari…
Suri Tauladanmu Membersihkan tanpa menodai…
Suri Tauladanmu Menyembuhkan tanpa melukai…

Wahai Nabiku…
kutulis rindu dalam Maulidmu…
Rindu dalam Sikap Akhlaqmu…
Akhlaq yang mampu membangun Cinta kasih dalam ridho-Nya…

Kau kabarkan kepada kami, Tentang keagungan Yang Maha Tinggi…,
Kau kabarkan pula kepada kami, Tentang perintah untuk berbakti…,
Pada Allah Yang Maha Suci….

Kutitipkan rinduku padamu wahai Muhammad…
Melalui Puisi Maulid Nabi ini…
Semoga Allah S.W.T. Selalu Meridhoi…!

Puisi Maulid Nabi +2

Anta syamsun anta badrun
Anta nurun fawqa nuri
Engkaulah surya yang menyinari kelamnya hati manusia
Engkaulah purnama penerang gelapnya jiwa manusia
Engkaulah cahaya di atas cahaya

Ya Nabiyalloh, Ya Habiballoh
Betapa mulia akhlaqmu
Bagai cahaya kemuliaan al-Quran
Besarnya perjuanganmu menegakkan agama

Agungnya cintamu menyayangi sesama
Harum senyummu pada wajah dunia
Betapa ramah sikapmu tertanam dalam jiwa

Ya Nabiyalloh, Ya Habiballoh
Betapa indah akhlaqmu
Bagai cahaya keindahan al-Quran
Rindu kami padamu sepanjang waktu

Engkaulah cermin bagi hidup kami
Engkaulah petunjuk perjalanan kami
Engkaulah mata air hati dan pikiran kami
Wahai teladan yang tak pernah padam

Ya Nabiyalloh, Ya Habiballoh
Betapa suci akhlaqmu
Bagai cahaya kesucian al-Quran
Hadirkanlah cintamu dalam ibadah kami

Ajarkanlah ketabahanmu dalam doa kami
Mengalirlah jihadmu dalam hati kami
Tumbuhkanlah akhlaqmu dalam hidup kami

Ya Nabi Ya Rasululloh
Pujaan hati kami, kekasih Allah
Anta syamsun anta badrun
Anta nurun fawqa nuri

Engkaulah surya, engkaulah purnama
Engkau cahaya di atas cahaya…

Puisi Maulid Nabi +3

Alam bersinar-seminar bersuka ria
Menyambut kelahiran Al Mustafa Ahmad
Riang gembira meliputi penghuninya
Sambung menyambung tiada hentinya

Kini wajiblah bersuka cita
Dengan keberuntungan terus menerus tiada habisnya
Manakala kita beroleh anugerah
Padanya terpadu kebanggaan abadi

Bagi Tuhanku segala puji
Tiada bilangan mampu mencakupnya
Atas penghormatan dilimpahkanNya bagi kita
Dengan lahirnya Al Mustafa Al Hadi Muhammad

Ya Rasulullah, selamat datang ahlan wa sahlan
Sungguh kami beruntung dengan kehadiranmu

Ya Ilahi, Ya Tuhanku
Semoga Engkau berkenan memberikan nikmat karuniaMu
Menyampaikan kami ke tujuan idaman
Demi ketinggian derajat Rasul di sisiMu

Tunjukilah kami jalan yang ia tempuh
Agar dengannya kami bahagia beroleh kebaikan yang melimpah
Rabbi, demi kedudukan mulianya di sisiMu
Tempatkanlah kami di sebaik-baik tempat di sisinya

Semoga shalawat Allah meliputimu selalu
Rasul termulia Muhammad
Serta salam terus menerus
Silih berganti setiap saat

Puisi Maulid Nabi +4

Ya Rasulullah..
Yang selalu ada di hati
Mengikis setiap duka lara
Pengobat rapuhnya jiwa

Berikan terangnya cahaya
Dalam hidup nan gelap gulita
Berikan arah di setiap langkah

Ya Rasulullah…
Akhlakmu yang mulia
Santunnya dirimu kepada sesama
Kejujuranmu dalam tutur kata

Sungguh kau manusia sempurna
Kau lah teladan umat manusia
Hadirmu selalu menghangatkan suasana
Kau adalah utusanNya yang paling mulia

Ya Rosululloh…
Engkau bagai lentera
Yang selalu hadir di kegelapan malam
Ucapanmu laksana Nada indah

Yang memberikan kedamaian hati
Engakau Laksana embun Penyejuk
Di tengah Kekeringan
Syafaatmu adalah harapan kami
penentu kehidupan hakiki.

Ya Rasulullah..
Yang selalu ada di hati
Mengikis setiap duka lara
Pengobat rapuhnya jiwa

Berikan terangnya cahaya
Dalam hidup nan gelap gulita
Berikan arah di setiap langkah

Ya Rasulullah…
Akhlakmu yang mulia
Santunnya dirimu kepada sesama
Kejujuranmu dalam tutur kata
Sungguh kau manusia sempurna

Kau lah teladan umat manusia
Hadirmu selalu menghangatkan suasana
Kau adalah utusanNya yang paling mulia

Ya Rosululloh…
Engkau bagai lentera
Yang selalu hadir di kegelapan malam
Ucapanmu laksana Nada indah
Yang memberikan kedamaian hati

Engakau Laksana embun Penyejuk
Di tengah Kekeringan
Syafaatmu adalah harapan kami
penentu kehidupan hakiki.

Puisi Maulid Nabi +5

Spesial sekali hari ini
Kita peringati Maulid Nabi
Kumandang shalawat tiada henti
Kepada Rasulullah yang kita cintai

Hari ini hari kelahiran Nabi
Bukan masalah cara memperingati
Kita tak butuh kue tar atau kembang api
Tapi akhlak Nabi yang harus kita teladani

Maulid Nabi …
Ingatkan kita akhlak terpuji
Ingatkan kita pada contoh haqiqi
Ajarkan kasih sayang bukan saling membenci

Ayo perbanyak shalawat kawan
Ingat terus kisah perjuangan
Seraya perbanyak amal ibadah
Bantu anak yatim, pastilah berkah

Puisi Maulid Nabi +6

Yaa Allah, Yaa Robbii …
Yaa Nabi, Yaa Habibii …
Izinkan kami berbagi dengan sunyi …

Wahai Baginda Nabi …
Engkau mutiara satu-satunya yang tak berdua
Keemasan figurmu kilau kemilau dengan sangat indahnya
Ketegaranmu lampaui sosok karang lautan

Yang tak pernah goyang akan terjangan ombak zaman
Intelegensimu lewati batas ruang dunia maupun waktunya
Halus lembut sikapmu meresap lesap dalam pori-pori kalbu setiap alam dengan senyap

Badai Tornado pun tak sanggup samai kilat sambar angin dermawanmu
Ketokohanmu tak tertandingi bermacam penanding
Semua punggawa dunia serentak dengan detak pengakuan nan berkesan
Tak satupun sanggup bersangkal fakta dengan saksi matanya

Wahai Bagindaku …
Segala macam bahasa kata tak mungkin terasa wakili semua
Segala macam rasa karsa makhluk fana tak sanggup menembus sekat-sekat gambar pribadimu
Segala macam pujian tak cukup ‘tuk serta merta dampingi hakikimu
Terlalu sedikit, berhimpit nan sempit deretan lukisan tentangmu

Wahai Bagindaku …
Zaman anakkan insan tuk dambakan dirimu
Jagat raya madahkan rasa ‘tuk sambut kehadiranmu yang suci
Dengan madah, semadah-madahnya madah seolah tiada henti

Ya, Nabi …
Padamu tersemat pangkat lebihi malaikat-malaikat
Dalam dirimu martabat derajat impian umat
Suri tauladanmu pancarkan pesan bagi hamba gunakan nurani insan
Gumpalan awan seolah lemparkan senyuman bagi pengikut teladan

Ya, Nabi …
Allah … Tuhan kami …
Pencipta kami …
Pelindung kami …
Penyayang kami …
Telah menghendakimu sebagai Baginda, Pemimpin, Penerang serta Panutan bagi kami

Ya, Nabi …
Izinkan hati ini, lisan ini, seluruh jiwa raga ini …
Berasa mengolah rasa karsa ‘tuk madahkan dirimu
‘Tuk dambakan dirimu
‘Tuk rindukan kasihmu
‘Tuk dapatkan syafa’atmu

Allohumma Sholli wa Sallim wa Baarik ala Sayyidina Muhammad

Puisi Maulid Nabi +7

Ya, Allah…,Ya, Robbi…
Ya, Nabi…, Ya, Habibi…

Mohon kenankan diri ini berbagi dengan sunyi…

Sunyi senyap iringi kalbu merayap
Merayap ratap layangkan pucuk harap
Harapkan pintu nurani terkesiap
Lama sudah mata hati meratap-ratap dalam pengap
Tak sanggup alirkan sungai mata tanda insyaf

Muslimin… Muslimat…
Inilah kita…
Walau memang sekedar kata
Sekedar kita coba berkata
Sekedar kita coba berbahasa
Sekedar kita coba merasa

Katakan…
Bahasakan…
Rasakan…

Madahan pada Nabi, seniman penggubah zaman
Angkat hormat amat sangat pada figur terhormat

Muslimin… Muslimat…

Inilah kita…
Kita yang begitu merasa sudah mengagung-agungkan insan agung
Kita yang begitu percaya diri dapat pengakuan umat Nabi sejati
Kita yang begitu yakin menatap qiyamat dengan syafaat
Kita yang begitu yakin dengan daftar amal-amal yang terlekat karat
Kita yang begitu yakin dengan ridlo Sang Penguasa jagat, seolah-olah takkan terlewat

Saking yakinnya kita, sampai-sampai lupa…
Kita lupa kalau kita sebenarnya miskin
Miskin… benar-benar amat sangat miskin

Kita miskin amal
Kita miskin moral
Kita miskin sembahyang awal

Namun kita berlimpah bual
Tak terhitung berapa bebal
Kaya akan formal
Benar…
Benar-benar kita miskin akan yakin

Muslimin… Muslimat…
Inilah kita…
Kita memang pandai mengaku-aku seraya berseru…
“Aku tahu, sangat-sangat tahu siapa Nabiku !” kata kita…

Inilah kita…
Kita pandai berkata-kata
Kita pandai putar balik fakta
Kita pandai layangkan angan ke angkasa

Namun kita jauh lebih tidak pandai adanya…
Dalam rangkaikan rasa dalam jiwa raga
‘Tuk lahirkan fakta
‘Tuk tuangkan syukur dalam bujur nikmat-nikmat-Nya
‘Tuk akurkan kalbu guna cintai kekasih-Nya
‘Tuk biasakan tafakkur dalam ayat cinta-Nya

Itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan puisi maulid nabi muhammad, semoga dengan menyenandungkan sholawat melalui puisi ini kita kelak bisa mendapat syafaat beliau di akhirat nanti, jika ada yang ingin disampaikan silahkan tuliskan pada kolom komentar dibawah ini ya.

Hasil Pencarian:

puisi maulid nabi muhammad 2019, PUISI MAULID NABI, puisi tentang maulid nabi, maulid nabi 2019, puisi terbaik maulid nabi muhammad saw, puisi maulid nabi muhammad saw, puisi tentang maulid nabi muhammad saw, Puisi mau, puisi maulid nabi muhammad 2019 singkat, puisi penyejuk hati buat baginda nabi muhammad saw