Puisi Matahari

Puisi Matahari
Puisi Matahari

Puisi Matahari – Keberadaan Matahari sangat penting bagi tata surya, karena Matahari merupakan sumber energi bagi kehidupan. Matahari memberikan suhu panas yang pas untuk kelangsungan mahluk hidup di Bumi. Planet Bumi juga menerima energi Matahari dalam jumlah yang pas, sehingga membuat air tetap berbentuk cair, di mana keberadaan air juga menjadi salah satu penyokong kehidupan. Selain itu suhu panas Matahari menungkinkan adanya aliran angin, terbentuknya siklus hujan, cuaca dan iklim yang ada di Bumi.

Cahaya Matahari di mamfaatkan secara langsung oleh tumbuhan berklorofil untuk melangsungkan fotosintesis, sehingga tumbuhan dapat tumbuh subur serta menghasilkan oksigen. Keberadaan tumbuhan berperan sebagai sumber makanan bagi hewan dan manusia. Dan secara tak langsung energi Matahari berperan dalam proses pembusukan mahluk hidup yang telah mati, yang akan menjadi fosil dan nantinya menjadi minyak Bumi dan Batubara. Cahaya Matahari juga bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, dengan menggunakan kaca-kaca besar atau panel yang akan menangkap cahaya Matahari dan mengonsentrasikannya ke satu titik saja.

Baca Juga : Puisi Maulid Nabi

Kemudian panas yang di tangkap digunakan untuk menghasilkan uap panas bertekanan tertentu, yang nantinya akan di pakai untuk menjalankan turbin sehingga menghasilkan energi listri yang siap di pakai. Kita tahu jika Planet Bumi dan Planet lainnya yang ada di dalam tata surya, mengelilingi Matahari, hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam karena pergerakan rotasi Planet Bumi menyebabkan ada bagian yang menerima sinar Matahari dan ada yang tidak.

Dan pergerakan ini juga menyebabkan terjadinya musim. Matahari juga menjadi penyatu Planet-planet dan Benda Angkasa lainnya di sistem tata surya, yang bergerak atau berotasi. mengelilinginya. Keseluruhan sistem tersebut dapat berputar di luar Angkasa karena di tahan oleh gaya gravitasi Matahari. Kita juga tahu jika Matahari terbit dari timur, dan akan tenggelam di barat. Namun baru-baru ini ilmuan Antariksa menyatakan jika Matahari tak lama lagi akan terbit dari barat dan tenggelam di timur. Nah berikut ini kumpulan Puisi Matahari yang bisa kalian simak :

Puisi Tentang Matahari

Matahari…….
Tetaplah kau bersinar
Tetaplah kau menerangi setiap langkahku
Tetaplah kau setia pada awan

Matahari……..
Warmumu begitu cerah sehingga bisa
Menerangi seluruh yang ada didunia ini

Matahari………
Malam dan siang tak akan berganti tanpamu
Dan tak terang dunia ini tanpamu

Matahari……..
Teruslah menjadi sahabat yang paling setia dibumi ini
Matahari…….
Cahayamu adalah anugerah

Puisi Suryaku Merah

Langit bersenda gurau
Mencerahkan awan yang berarak
Suryaku Terang bagi angkasa
Lalu pulang membawa warna merah

Senja di ufuk kiamat
Bersiap mengganti gelap
Bulan menjadi entitas
Cahaya sang surya merah

Suryaku bangkit dari tidur malam
Mengelilingi semenanjung timur dan barat
Menghingapi seluruh kehidupan
Menjadi nyawa bagi seluruh nyawa

Puisi Kemarahan Matahari

Kemarahan Matahari
Ia datang merayap
Tanpa apa hingga melayang
Menyinari kehidupan
Menjadikan nyawa tetap dalam genggaman

Disana cahaya menjadi jalan syurga
Di sini cahaya menjadi api neraka
Matahari kian marah
Makhluk tak tentu arah

Dasar pecundang dunia
Hanya bisa menumpahkan darah
Lalu tinggallah bumi dirusak
Sisanya hanya untuk keturunan yang tak beradab

Matahari kian marah
Cahaya hanya sebatas penghilang gelap
Teriknya kian membakar

Suatu hari
Ia benar – benar membakar
Karena ulah sang durjana
Meniadakan Kemanusiaan

Puisi Indah Senja Matahariku

Sayup angin bergerilnya mengelus sisian tubuh
Sejuk menerpa panasku yang telah terlampaui
Senja datang menelisik waktu
Memaparkan pandang penuh pesona

Lihat,
Langit memerah seperti malu
Malu karena indahnya terpuji
Atau mal melihat dunia yang kian hancur

Ah,
Tetap saja indah
Awan dilukis dengan sempurna
Bersama garis siluet diujung perjumpaan
Bulan akan datang
Mengganti matahari yang pergi dengan tenang

Puisi Matahari dan Awan

Aku disini berdiri sendirian…
Menatap langit seluas-luasnya.
Melihat matahari memancarkan sinarnya
Aku berfikir apakah aku bisa seperti matahari?
Menghidupi seluruh mahluk hidup didunia ini
Membantu kehidupan dengan cahayanya

Atau aku bisa seperti awan
Yang terbang bebas di langit
Memberikan rintik-rintik air untuk kehidupan
Bayangkan jika tidak ada keduanya
Siapa yang bisa menggantikannya

Sangat mustahil menjadi apa yang kuinginkan
Kembali lagi aku tersadar
Tidak sepatutnya aku berandai-andai

Ku rasakan angin yang berhembus sopan
Dia berkata dengan lembut
Kau bisa melakukan apa yang diinginkan
Sesuai dengan apa yang kau miliki

Puisi Matahari Ini

Kau datang mengendap-ngendap
Menyembulkan warna khasnya
Kuning merahmu telah nampak
Mewarnai pepohonan

Kegelapan telah sirna
Merangkak kabur entah kemana
Kicau burung bersiul merdu
Mengiringi sang raja siang

Perlahan tapi pasti
Kau mulai bangkit
Menjulang tinggi
Terbang ke atas langit

Matahari…
Kau tak pernah mengeluh
Tak pernah lelah menyinari
Dan menerangi kami

Matahari…
Kau selalu tersenyum
Mendampingi kami
Selamanya

Puisi Matahari Terbenam

Matahari jatuh ke peraduan
Perlahan menarik tirai lembayung
Laksana seorang putri
Yang hendak tertidur
Dalam balutan lembut sang Ibu Ratu

Aku berdiri
Menatap Sang Matahari yang berhias selimut senja
Aku jatuh cinta
Pada keindahan yang menghampar
Aku jatuh merindu
Pada secuil langit senja yang mulai turun

Dan aku pun masih berdiri
Menatap lekat sang garis cakrawala
Yang membujur
Laksana guratan garis sang pelukis
Dan aku pun mulai merancu pada diri ku

Seiring matahari yang semakin membenam
Aku pun mulai mengenal sebuah perpisahan
Meskipun Aku tiada pernah mengenal sebuah pertemuan
Dan seiring jatuhnya sang keindahan senja
Aku pun menitikkan air mata
Menangisi sebuah perpisahan.

Puisi Matahari Senja

Senja sinar temaram
Panasnya tak lagi menyengat
Langit cerah warna keemasan
Memberi perasaan teduh di dalam dada

Semestinya begitu suasana senja kala
Ingin berlama-lama mata memandangnya
Perasaan tenang damai merenungi ciptaan-Nya
Sebentar waktu senja sirna dan mentari meninggalkannya

Kadang kala waktu senja berselimut kabut
Senja hari terasa redup seperti dilanda angin rebut
Ada suasana kurang bersahabat memendam kemelut
Alam selalu berganti, sebentar cerah kemudian semrawut

Alangkah bahagianya senja hari cerah meriah
Kehidupan manusia ceria dan penuh dengan gairah
Kabut kelam telah pergi menjauh ke segala arah
Pikiran terang menerawang terbebas rasa yang gundah

Matahari senja ingin selalu kusambut
Andaikan nuansa cerah akan kujemput
Aku merindukan karena langit tak berkabut
Kehadiranmu member aura damai jiwa yang kalut

Matahari senja panasnya tak seterik siang hari
Setiap orang tak mengharap banyak memeras energi
Cukup melelahkan menyinari sejak pagi hingga senja hari
Jasamu tak ternilai harganya demi makhluk di bumi

Matahari senja biar saja panas redup mereda
Kami seharian sudah cukup kau sapa dengan setia
Aku telah bersyukur tiada tara karena cahayamu mendunia
Istirahatlah dengan tenang, matahari hampir tenggelam di cakrawala

Puisi Matahari Hati

Ketika zaman musim kelam
orang-orang bungkus hati
dengan selimut buram

pada musim ini
jalan bersimpang kelam
selalu jebak tapak sama

musim gelap
uji besar cahaya hati
bile redup, gelap tipu pandang

selamatkan hati
nyalakan jadi matahari
tuntun ragam musim

Matahari hati pembeda
mana terang
mana kelam

Puisi Matahari Minggu

Di hari Minggu di hari iseng
Di silau matahari jalan berliku
Kawan habis tujuan di tepi kota.

Di hari Minggu di hari iseng
Bersandar pada dinding kota
Kawan terima kebuntuan batas.

Di hari panas tak berwarna
Seluruh damba dibawa jalan

Di hari Minggu di hari iseng
Bila pertemuan menambah damba
Melingkar di jantung kota
Ia merebah pada diri dan kepadatan hari
Tidak menolak tidak terima.

Itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan puisi matahari, semoga dengan mengetahui akan kebesaran matahari, kita senantiasa bersyukur atas karunia tuhan yang maha kuasa, jika ada yang ingin disampaikan silahkan tuliskan pada kolom komentar dibawah ini ya.

Hasil Pencarian:

matajari di semja hari, foto matahari di Pagi hari, puisi romantis/ mahluk tuhan penuh pesona, puisi siang hari yang panas