Puisi Jenuh

Puisi Jenuh
Puisi Jenuh

Puisi Jenuh – Kata jenuh memiliki arti bosan. Memang sering orang merasa jenuh akan sesuatu, apalagi jika ketika menjalankan rutinitas monoton, di mana setiap hari hanya itu-itu saja yang di lakukan. Seperti kegiatan berangkat sekolah di pagi hari, pulangnya langsung belajar di rumah. Di hari libur-pun tetap berdiam diri di rumah tidak bercengkrama dengan teman-teman sebayanya. Mereka yang sibuk bekerja-pun akan merasa jenuh jika selama hampir 14 jam menatap berkas-berkas kantor, begitu terus sepanjang hari.

Bahkan saat libur Nasional-pun memilih tetap bekerja pastilah akan merasa jenuh juga. Untuk menghilangkan kejenuhan, bisa melakukan refresing dengan pergi jalan-jalan ke luar kota agar pikiran kembali menjadi segar. Biasanya mereka yang sibuk bekerja dan tak memiliki waktu untuk berlibur akan mengambil cuti yang diberikan oleh pihak kantor, atau berlibur saat hari libur nasional, dan lebaran. Hal itu memang harus di lakukan karena pikiran dan hati butuh ketenangan dan suasana baru. Sering orang mengatakan jika hal yang paling menjenuhkan atau membosankan adalah menunggu.

Baca Juga : Puisi Pahlawan

Karena menunggu itu belum memiliki kepastian, apalagi menunggu orang yang sering ingkar janji. Janji akan datang jam sepuluh tapi sampai jam satu belum datang juga. Dan ternyata dengan tanpa rasa bersalah malah mengirim pesan minta maaf kalau dia tidak bisa datang dengan berbagai alasan, sangat menyebalkan. Ada juga beberapa meme yang dijadikan ckamuan untuk mereka yang sering galau, seperti kata “menunggu itu membosankan, apalagi menunggu gebetan yang ngak pernah peka.”

“Aku jenuh dengan janjimu, kecuali kau datang membawa kedua orang tuamu padaku. Baru aku tak jenuh lagi.” biasanya kata-kata ini sering dijadikan kodean atau sindiran untuk kekasih yang berjanji menikahi namun tak kunjung dinikahi. Mereka yang setiap hari mendapat kemarahan pasti merasa jenuh dengan hal itu, di tambah kerap kali di banding-bandingkan dengan orang lain maka setelah kesabarannya habis, orang itu akan melampiaskan semua emosinya. Jangat kaget jika terjadi pertengkaran hebat saat itu. Nah berikut ini puisi jenuh yang bisa kamu simak :

Puisi Jenuh dengan Keadaan

Sesekali saya ingin merasakan bahwa saya menutup mata sejenak dari panorama yang indah dan memabukkan ini tetapi ternyata jebakan ini.
Sesekali saya ingin menutup telinga ini dari suara yang manis dan merdu, yang membuai semua orang yang mendengarnya.

Sesekali saya ingin merasa seperti sedang beristirahat tubuh dan pikiran saya dari hiruk-pikuk kehidupan yang semakin tidak murni.
Sesekali saya ingin merasa seperti saya lari dari kehidupan yang sempit yang membelenggu dada ini, berlari dan bahkan terbang seperti burung yang tidak memiliki beban.

Puisi Jenuh dan Bosan

Saya jenuh dengan semua ini, berjalan di satu rute yang tidak seharusnya saya lalui.
Gelap, curam, dan berbatu. Membuat setiap nafas yang mengisi paru-paru seperti penghilang rasa sakit
Membuat setiap langkah tertatih-tatih seperti dayung perahu
Dan, Membuat setiap doa, berinkarnasi sebagai malaikat jiwa yang mencerahkan.

Jenuh

Setiap pandangan mata dan nafas selalu dalam bayangan yang membosankan yang tidak pernah berhenti dalam lamunan
Matahari panas menyengat bumi bersama dengan detak jantung yang dibelenggu oleh kejenuhan
Air mata yang ada di kelopak membuat udara tidak bisa dihirup
Dan debu tertiup angin hiasi lantai putih

Jenuh….

ya, jenuh
Se akan tangan ingin membuangnya
Tapi kekuatan apa
Iu adalah perasaan tidak berwujud
Membakar hati memancarkan asap emosional yang memulai di wajah yang kusut

Puisi Jenuh dan Lelah

Saya tidak punya apa-apa untuk menulis pagi ini,
Otak saya terasa beku tidak berfungsi,
Saya tidak mengerti mengapa itu terjadi,

Meskipun niat untuk menulis ada di dalam hati.
Ketika saya bersikeras menulis puisi,
Saya bahkan tidak bisa mengisi kertas,

Dia tetap polos dan kosong,
Bahkan satu poin saya tidak bisa.
Pembekuan sering terjadi,

Sekarang dan mungkin nanti,
Karena manusia bukan robot,
Yang tidak tahu otot lesu dan lemah.
Jika ini ceritanya,

Saya ingin beristirahat dan hanya tidur,
Menenangkan pikiran dari tubuh,
Sehingga besok pagi kembali siaga.

Manusia benar-benar butuh istirahat,
Untuk menghilangkan kejenuhan dan kelelahan,
Kembalikan kekuatan untuk tetap kuat,
Segarkan jiwa untuk membangkitkan semangat.

Puisi Jenuh Karena Cinta

Intinya saya katakan dengan logika, bukan dengan ego kamu!
Apakah kamu tumbuh untuk menaklukkan pikiran saya yang secara rahasia diracuni oleh kejenuhan?
Konyol seakan enggan mendekorasi wajahku yang redup!
Kejenuhan tidak seperti kelaparan yang mudah ditawar dengan makanan!

Ini tidak seperti memotong rambut ketika kamu sedang panas dengan model yang sama!
Tapi itu seperti ketika kamu mengunyah makanan, tempat kamu mengunyah lebih banyak
Maka kamu akan terus mengunyahnya dan tidak tetap!

Mengunyah makanan membutuhkan waktu, jadi saya ingin menghilangkan kejenuhan!
Makan tidak tersisa, jika saturasi masih tersisa dia akan dengan mudah membunuhmu!
Membunuh rasamu dan rasaku yang tidak terabaikan!
Bunuh logika saya dan ego kamu yang berbuah!

Bunuh pikiranku dan hatimu yang suram itu tebal!
Sampai akhir cerita membunuh jiwaku dan tubuhmu yang kesepian!

Hanya dua bulan purnama telah berlalu,
Tapi kejenuhan itu sepertinya menyeretku ke 200 bulan purnama!
Aku akan meninggalkanmu kalau begitu,

Seperti awan yang perlahan menghilang!

Puisi Jenuh dengan Kehidupan

Dilingkupi oleh perasaan merasa jenuh
Seperti kegelapan yang langsung menghantam
Pukul hatiku seperti rumput hutan
Yang tinggal sendirian tanpa ada yang mengabaikannya

Ingin merasa diperhatikan oleh sosok cantik
Dan berbagi kisah hidup bahagia bersama
Bukan hanya kebahagiaan tetapi juga kesedihan
Apa yang pasti terjadi dalam setiap cara hidup

Tapi…
Tampaknya keinginan itu enggan berpihak
Ini seperti menjebak hati yang hancur ini
Semua itu terasa hadir untuk merobek hatiku
Hati ini akan sakit dan terus disakiti olehnya

Apa yang harus saya lakukan tuhan?
Apakah kamu memegang semua ini atau menelannya sendiri?
Pilihan yang benar-benar tidak mengerti apa yang saya inginkan
Jantung ini telah memudar terlalu lama dan tersiksa

Aku ingin kamu tidak berubah seperti ini
Tidak lalai memperhatikan apa yang harus diperhatikan
Saya iri dengan kebahagiaan mereka di luar sana
Saya tidak pernah merasakannya sekarang

Sekarang saya harus belajar tentang kehidupan
Pahami apa arti sebenarnya dari kehidupan
Tidak ada yang abadi di bumi ini
Termasuk saya harus menerima semua perubahan ini.

Puisi Kejenuhan Hati

Terkadang, waktu tidak seimbang membagi ceritanya
Ketika terasa cantik, itu masih tidak bertahan lama
Berlari tidak menunggu

Banyak cerita menggores rasa sakit
Pedih, jelas memilukan
Mimpi bisa menjadi harapan

Tetapi itu bukan kepastian waktu
Yang tidak mengharmoniskan cerita

Jantung

Adalah potret sebuah cerita, menggambarkan semuanya menjadi satu
Ketika waktu tidak berubah
Tdak banyak warna yang bisa dirangkai
Hanya mata yang menjadi saksi
Dan tinta menjadi aksi

Itulah yang bisa kamu sampaikan terkait dengan puisi jenuh paling terupdate dan bikin sedih, jika ada yang perlu di koreksi silahkan isikan pada komentar dibawah ya, semoga bermanfaat.

Tags: