Skip to main content

follow us

10 Puisi Pahlawan Berjudul Pahlawanku, Hari Pahlawan dan Pelipur Lara - Pahlawan adalah orang yang memiliki keberanian kuat serta mengorbankan dirinya demi yang dicintainya baik keluarganya, agama, bangsa dan negaranya. Pahlawan merupakan gelar tertinggi yang dinisbatkan sebagai  pejuang, dengan memberikan semua jasa-jasanya serta merelakan demi menegakkan kebenaran. Berbagai macam yang disebut pahlawan.

Pahlawan nasional yang memperjuangkan bangsa negara, pahlawan agama yakni tokoh yang berjuang demi kebenarana agama serta pahlwan tanpa tanda jasa yang berarti guru. Guru mengajarkan ilmunya, mendidik dan memperbaiki moral serta mencerdaskan anak-anak bangsa demi kemajuan bangsa. Para pahlawan tidak pernah lelah dan tidak ada kata menyerah demi misi kebenarannya tercapai, walaupun dirinya harus terkorbankan.
Baca Juga : Puisi Pahlawan Bagian Ke Dua dari Nomor 6 - 10
Tekat dan keberaniannya dapat mendorong semangat untuk berijtihad membela agama, bangsa dan negaranya. Mereka begitu ulet dalam pendiriannya. Dengan perjuanganya kita bisa terbebas dari penderitaan. Perlu kita syukurai, dan tentunya sangat kita hormati. Begitu besar pengorbanan para pahlawan. Jadikan sebagai pelajaran dan penyemangat sebagai anak bangsa yang membanggakan, menjadi anak yang berguna bagi sesamanya, menjaga keamanan keluarga serta masyarakat pada umumnya.

Kumpulan Puisi Pahlawan Tak dikenal Singkat dan Jelas

1. Puisi Pahlawan Berjudul Pahlawanku

Derasnya keringat yang keluar dari porimu
Aliran darah dari seluruh nadimu
Detak yang terus melaju dalam jantungmu
Serta langkah cepat kedepan keinginanmu
Memajukan bangsa serta raih cita-cita


Semangat perjuanganmu sungguh luar biasa
Tekad bulat membela negara
Tak pedulikan masa, tak pedulikan pula nyawa
Demi raih sang pusaka

Merah putih kini berkibar melambai
Berkat perjuanganmu wahai pahlawanku
Pahlawan bangsa, pahlawan negeri tercinta
Engkau kan selalu ada dihati kami
Jasamu akan selalu kami kenang
Doa kan selalu tercurah padamu


Namun, .....
Masa kini tak lagi seperti harapmu
Yang dahulu engkau perjuangkan kini telah dilupakan
Yang engkau bela kini telah lena

Perjuangan yang engkau bela dengan rela gugur
Kini para pemimpin tidak lagi bersyukur
Banyak menyepelekan serta mempraktikkan sikap takabur
Kami rakyat kecil tidak tau apa yang kami lakukan


Perjuangan yang sungguh besar
Kini kembali tinggal harapan
Tangisan rakyat tak mampu tertahan
Korupsi sudah menjadi tradisi yang terang

Wahai Pahlawan Bangsaku
Aku yakin engkau melihat dan lebih tau
Bagaimanakah kini mengembalikan Indonesiaku
Bersih dari segala kerusuhan negeriku


Walaupun engkau tau akan keadaan ini
Janan menyesali pengorbananmu
Jangan kau ganti senyummu dengan tangis
Jangan kau ganti tawamu dengan terus bersedih

Doakan semoga bangsa ini selalu sadar
Dapat memperbaiki dan mengembalikan
Kejayaan kemerdekaan Indonesia

2. Puisi Pahlawan Berjudul Hari Pahlawan

Pagi hari yang indah ketika matahari mulai terbit
Mentari tersenyum menampakkan wajahnya
Menyambut hari yang mulia
Peringatan hari pahlawan pembela bangsa

Pahlawan korbankan nyawa demi negeri tercinta
Korbankan tenaga dan waktu demi Indonesia merdeka
Teteskan keringat demi raih cita-cita bangsa
Jerih payah ia lalui demi kehormatan bersama


Tak cuma harta bendamu engkau relakan
Segala yang engkau punya telah kau berikan
Demi rakyat dan kemenangan
Semoga kebaikanmu dibalas dengan banyak ganjaran

Kini engkau pergi meninggalkan kami
Tinggal nama dan kenangan yang tertinggal
Mengenangmu sungguh luar biasa
Walau hanya selembar gambar yang tertempel di dinding
Namun namanu akan selalu terkenang di dalam hati sanubari


Walaupun jasadmu tiada terlihat lagi
Namun jasa perjuanganmu tak pernah mati
Kami hanya mampu berusaha membela negeri
Menjadi pahlawan yang tiada kenal henti

3. Puisi Pahlawan Berjudul Pelipur Lara

Ketika engkau gugur demi membela bangsa
Dengan jasadmu yang penuh aliran darah
Kini kami hanya mampu mengenang dan berdoa
Dengan penuh linangan air mata


Siapakah kini yang menjadi pahlawan sejati
Pembela bangsa dan negeri tercinta ini
Siapakah kini pelipur lara
Ketika rakyat didekati sengsara

Kau telah hancur di medan juang
Ketika rakyat takut dan berlarian
Rakyat kecil sungguh memiliki nasib yang malang
Memiliki sejengkal tanah yang usang


Menahan lapar yang tak kunjung hilang
Perut berteriak mengharap makanan
Air mata mengalir dengan berharap dan berdoa pada Tuhan
Semoga penderitaan ini cepat berubah

4. Puisi Pahlawan Berjudul Demi Negeri

Anda mengorbankan waktu Anda
Demi bangsa
Anda sudah mempertaruhkan hidup Anda
Kematian berdiri di depanku


Kamu bilang itu hiburan
Terlihat seperti wajahmu
Tidak sedikit ketakutan
Semangat itu membakar jiwa Anda
Taklukkan mereka penghalang negara
Hari-harimu berwarna
Pembunuhan, pembantaian
Dihiasi dengan bunga api


Mengalir sungai darah di sekitar Anda
Bahkan, tak jarang pegas darah
Itu berasal dari tubuh Anda
Tapi tidak bisa
Hancurkan jurang dari semangat juangmu
Bambu runcing yang setia menemani Anda
Telapak kaki telanjang
Kain dengan seribu wewangian


Basah pada tubuh kering
Sekarang mengantarkan Indonesia
Ke istana kemerdekaan

5. Puisi Pahlawan Berjudul Terimakasih Pahlawan

Saya berterima kasih kepada kalian yang ada di sana
Yang meninggal karena keberanian
Yang pasti mati
Yang mati karena benar


Terima kasih
Untuk tubuh yang kini menjadi abu
Karena kamu adalah kebebasan kami
Karena kalian berwarna merah putih di atas langit elang
Menjulang menjadi bukti darah dan hidup telah dipertaruhkan.
Terima kasih
Untuk keberanianmu
Keberanian yang tumbuh di dasar hati
Meraba-raba perebutan darah
Tidak takut kamu berkelahi
Bahkan matipun menginginkanmu


Terima kasih
Untuk setiap doa
Doa yang setiap hitam terbang ke langit
Doa doa terus menerus
Bagi kami, datang ke Indonesia.

Terima kasih
Tanah yang kita injak
Air yang kami minum
Itu adalah darah dan kehidupan
Itu dulu terbang


Terima kasih
Sekali lagi terimakasih
Untuk Anda yang sekarang di surga
Tersenyum melihat garuda terbang tinggi.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar